Soal
- Jelaskan perbedaan standard OSI dengan TCP/IP
- Jelaskan penggunaan protokol dalam standard komunikasi berikut : HTTP,SMTP,POP3
- Jelaskan perbedaan fungsi TCP dan UDP
- Berikan contoh perangkat yang termasuk kedalam 7 OSI Layer
- Jelaskan apa yang di maksud dengan frame relay,Ethernet dan PPP!
Jawaban
1. Perbedaan OSI dengan TCP
Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. Sedangkan TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet.
Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
- OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
- Didalam OSI Layer terdapat tiga layer yang berkaitan dengan Aplikasi (Application, Presentation, dan Session) sedangkan dalam TCP/IP hanya satu Layer yaitu Application Layer.
- Dalam OSI Layer Proses komunikasi data di dalam jaringan secara physical, dimodelkan dalam dua layer (Data Link dan Physical Layer) sedangkan pada TCP/IP dimodelkan dalam satu layer yaitu Network Access
2. penjelasan protokol dalam HTTP,SMTP dan POP3
- HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah sebuah protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP merupakan sebuah protocol untuk meminta dan menjawab antara client dan server. HTTP berfungsi untuk menetapkan bagaimana pesan atau data yang ada diformat dan ditransmisikan menjadi bentuk yang bisa merespon browser untuk memunculkan data-data tersebut.
- SMPT (Simple Mail Transfer Protocol) Merupakan protokol yang digunakan sebagai pengelola dan pengatur lalu lintas keluar masuk email pada suatu jaringan. SMTP berada pada layer aplikasi dengan port 25. SMTP berfungsi untuk menyampaikan pesan dari komputer pengirim ke komputer penerima, baik dalam jaringan yang sama (LAN atau WAN) maupun ke komputer penerima dalam suatu jaringan yang berbeda.
- POP3 merupakan protokol yang digunakan untuk mengambil email dari mailbox pada komputer server dan menyimpannya pada komputer lokal pengguna POP3. POP3 adalah sebuah protocol internet yang digunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang masuk ke dalam email client. POP3 berfungsi untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client.
3. Perbedaan fungsi TCP dan UDP
TCP (Transmission Control Protocol) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan sekumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu jaringan. Sedangkan UDP ( User Datagram Protocol ) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. UDP merupakan protokol yang tidak menjamin semua data terkirim, karena UDP tidak memeriksa ulang semua data yang dikirim.
Perbedaan aplikasi protocol TCP dan UDP :
- TCP : TELNET, FTP, SMTP
- UDP : DNS, SNMP, TFTP
4. Contoh Perangkat yang termasuk kedalam 7 OSI Layer
- Physical Layer : Network adapter,Repeater,Network hub, dan Modem.
- Datalink Layer : Bridge dan Switch.
- Network Layer : Router.
- Application Layer : PC, Server, dan Mobile Phone.
5. Penjelasan Frame Relay,Ethernet dan PPP
- Frame Relay adalah konsep di mana informasi akan dikirim menggunakan data frame dalam format digital. Penggunaan layanan relay ini data dapat dikirim dengan cara yang cepat dan efisien melalui internet.
- Ethernet adalah teknologi jaringan komputer berdasarkan pada kerangka jaringan area lokal (LAN). Sistem komunikasi melalui Ethernet membagi aliran data ke dalam paket individual yang disebut frame. Setiap frame, berisi alamat sumber dan tujuan serta pengecekan error data sehingga data yang rusak dapat dideteksi dan dikirim kembali.
- Point-to-Point Protocol (PPP) adalah data linkprotokol yang umum digunakan dalam membangun hubungan langsung antara dua node jaringan. Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2) dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya.